Perkumpulan Orang-Orang Baik

Sebagaimana lebih sulit membangun daripada menghancurkan, demikianlah mengapa lebih sukar mengelola perkumpulan orang-orang baik dibandingkan dengan persekongkolan orang-orang jahat. Namun, semua akan menjadi semakin sulit karena sepanjang perjalanan ini saya dapatkan fakta bahwa orang-orang baik cenderung lebih suka membangun kebaikannya sendiri-sendiri dibandingkan berkolaborasi. Orang-orang baik memiliki prasangka yang lebih besar karena ia merasa bahwa hatinya lebih putih. Orang-orang baik akan merasa inferior dan sendiri karena jumlah mereka memang sedikit, hingga mereka merasa tak punya cukup tenaga lagi untuk mencari orang-orang baik lainnya untuk membuat kawanan. Mereka pikir orang baik tak tersisa lagi.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, kebaikan akan tetap tersebar, namun tak akan mampu mengalahkan betapa kuat dan cepatnya kejahatan dalam menghancurkan kebaikan-kebaikan yang berdiri sendiri-sendiri.

Dan inilah sebabnya mengapa:

Orang-orang baik harus belajar untuk merendahkan egonya, saling mencari, berkolaborasi, berproses dengan menyadari bahwa tak semua kebaikan memiliki terang yang sama, ada pula yang redup, namun tetap bertahan untuk menyala. Orang-orang baik tak boleh saling melenyapkan, lagi menenggelamkan cahayanya masing-masing.

Karena dunia sudah terlalu gelap.

Karena orang-orang baik juga harus mendirikan menaranya.

 

Jakarta, 10 September 2014

5 thoughts on “Perkumpulan Orang-Orang Baik

  1. Kak aldo, perspektifnya unik keren apalagi disajikan dengan tulisan yang begitu apik dan mengena…

    tapi saya masih sangsi dengan “baik” yang kak aldo singgung, mengapa baik tidak menjadi baik yang sangat baik, adakah baik yang setengah-setengah baik, mengapa orang baik yang kak aldo maksud masih merasa dirinya baik, bukankah orang baik orang yang tetap merasa dirinya tidak baik hingga ia benar benar baik, seperti orang bijak yang tak pernah menjuluki dirinya bijak?

    maaf jika pertanyaan saya mengganggu.. terimakasih

    Like

  2. Setiap orang punya potensi baik, sebejat apapun dia. Maka yang penting adalah kepedulian orang baik untuk mengajak dia menjadi baik, menerangkan yang redup, menyalakan sumbu yang sudah mati, karena itulah tugas orang baik untuk amar ma’ruf nahi munkar walau seberat apapun usahanya.

    Like

  3. Hai ka. Aku gak baca semua postinganmu hanya beberapa saja yang ku temui menarik. Namun, seluruh postinganmu memberiku banyak pelajaran berharga yang memiliki porsi masing – masing. Btw, aku sangat menyukai tulisanmu dan berharap bahwa kau dapat terus menulis dan menginspirasi lagi berbagi pelajaran. Thank you.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.